PENDIDIKAN; PENTINGKAH?


OLEH: AHMAD SAEFUDIN

A. Latar Belakang
Sebagai prolog, deskripsi film “Alangkah Lucunya (Negeri Ini)” sudah cukup untuk memberikan rumusan masalah dalam tulisan sederhana ini di mana perdebatan tentang penting atau tidaknya pendidikan (formal) bagi masa depan menjadi salah satu alur cerita. Dalam film inspiratif tersebut, menceritakan tentang kisah kehidupan seorang Sarjana Ekonomi, lebih tepatnya Sarjana Manajemen, yang urung mendapatkan mata pencaharian sesuai bidang studinya. Alih-alih bisa duduk di belakang kursi empuk kantor dengan laptop sebagai teman kerjanya, pakaian rapi berdasi ala eksekutif muda hight class (yang selalu diimpikan kala masih berstatus mahasiswa), justru nasib membawanya pada dunia sekumpulan para “pencopet terorganisir” yang kemudian menjadi mitra dalam menerapkan teori-teori pengetahuan “manajemen” yang diperoleh dari perguruan tinggi.

Ada lagi kisah seorang Sarjana Pendidikan, yang sehari-hari waktunya dihabiskan untuk bermain “kartu” karena menjadi pengangguran akibat belum juga mendapatkan tuah dari selembar ijazah “S. Pd.” nya.
Pantas saja, jika anggapan sinis tentang tidak pentingnya pendidikan (formal) masih merebak di kalangan masyarakat. Benarkah demikian? baca selengkapnya