KEGERSANGAN RASA


Oleh: Ahmad Saefudin

Angan mencumbu rayu
Letupan cita menyemburat mesra
Nikmat sunyi berseri-seri
Membunuh ruang menyapu waktu
Bergelut pasrah dalam ukiran
Bait-bait merdu penerjemah kalbu

Guratan pena
Menjejal lembar demi lembar cerita
Hati nan hampa
Mengadu biru
Bersama rintikan tirta berseling bayu
Dingin
Beku
Tidak dengan akalku
Berkelana
Menelusur kegersangan rasa

Ah…
Ini bukanlah nasib
Tapi pilihan
Ada dan tiada
Sama saja
Karya
Hanya karya
Penjawab semuanya

Iklan

PUISI


.. Saat gelapnya malam menghilang
saat mentaripun datang
akupun mulai terjaga
dari semua mimpi indahku semalam
burung-burung bernyanyi
tuk menyambut hadirnya pagi
sang surya begitu lembut menyinari

aku pandangi awan yang membiru
telah melukiskan indah wajahmu
butiran-butiran telah keluar dari mataku
membayangkan perpisahan telah di ambang pintu
kenapa waktu begitu cepat berlalu ….???
saat aku pandangi coretan indah yang kau berikan …
hanya kepiluan yang menghampiriku…….
mungkin….????
mengenalmu adalah sebuah mimpi indah bagiku….

Tapi entah kenapa kau meninggalkan kenangan di penghujung hatiku ini…
sadarkah kau ….????
kau mampu menepis kesendirianku…
kau mampu merubah hitam menjadi putih abu-abu…
kau mampu merubah warna warni kehidupanku…
kanku bawa kenangan dirimu ..
kanku ukir indah dalam relung sang kalbu..
dan akan ku pahat namamu dalam hatiku…
biarkan sang waktu yang akan menjadi saksi aku & kamu….
karna aku tahu,itu adalah hal terindah dalam perjalanan

By: Christiana Zulia Sari

SUNGGING SENYUMAN


SUNGGING SENYUMAN

Oleh: Ahmad Saefudin

 

Menenteng tas sungging senyuman

Rapi menyemut dalam dakian

Lumbung ilmu budi harapan

Bekal pencerah di hari depan

Biru-putih almamater kebanggaan

 

Sekolahku jauh dari mewah

Halaman berdebu kala kemarau cerah

Hujan tiba lantai pun basah

Menembus dinding pagar  bercelah

Tsunami kecil membuat lelah

Guru murid terpekur pasrah

 

Sekolahku bukan favorit

Bagi mereka yang berduit

Pelajaran harian tanpa teori sulit

Karena segalanya tampak irit

 

Dari luar sederhana

Tidak ada yang luar biasa

Banyak jendela tak berkaca

Lubang pintu terus menganga

Kurang kursi juga meja

 

Aku bertahan

Merasa nyaman

Di sini

Di sekolahku

Sekolahku mendidik kebersamaan

Mengajarkan kejujuran

Mengutamakan moral kepribadian

Pintar bukan dambaan

Bodoh bukan alasan

Memancang cita demi peradaban

Bersama teman-teman

Menenteng tas sungging senyuman

Rapi menyemut dalam dakian

Lumbung ilmu budi harapan

Bekal pencerah di hari depan

Biru-putih almamater kebanggaan

 

 

 

 

 

 

BUNDA


BUNDA
By: Amalia Maghfiroh

sekian lama aku tersesat
kenapa aku terlambat
menyadari dalam cintamu
menyadari kau urat nadiku
menyadari kau udara yang ku hirup
menyadari perasaan perih tulus
kau telah menentang segala bahaya
bahkan maut sekalipun
kau menyalurkan napas
saat kau mempertaruhkan nyawa
di ujung kematian
saat kau merasakan daging terkoyak
urat yang bagai terputus putus
dan darah yang mendidih mengalir

aku lupa……… aku lalai
akan jeritan dan rintihanmu
akan lengkingan sakitmu
akan derasnya keringat panas dinginmu
akan kelelahan yang mendera tubuhmu
aku lupa…………. segalanya
seberapa pun banyak mutiara
yang akan ku berikan
tak kan mampu menggantikan cinta
dan pengorbananmu

PENCARIAN KUNCI PENGETAHUAN


Oleh: Ahmad Saefudin

Kegigihan
Keuletan
Keseriusan
Meskipun idaman tak kunjung datang

Tetap mendayakan potensi
Selalu mengawali dengan yakin dan penuh ambisi
Tersandung
Jatuh
Tergores
Perih
Hasil tak juga terang

Bangun
Tegak
Melangkah pasti
Berlari
Mengejar waktu
Membunuh bosan pembelenggu
Walau lelah mencandu
Dahaga mencumbu

Tatapan nanar
Memicing liar
Derita sukar
Lenyap menyebar

Bukan “angka” hasil “ujian”
Bukan pula manis pujian

Pencarian Kunci pengetahuan
Pembuka pintu kebodohan
Terkadang dengan umpatan
Tamparan
Siksaan
Paksaan
Tekanan
Irama canda
Pelipur lara

Sang Pembelajar
Terus berkibar

Q selalu belajar dari kalian! Sang Pembelajar!

KITA SETARA



Oleh: Ahmad Saefudin

Bukan Matematika yang membuatQ bangga
Bukan Bahasa Inggris yang bikin hatiQ mendesis
Bukan juga IPA yang terkadang membawaku alpa
Apalagi Bahasa Indonesia yang sebagian orang menganggap biasa saja
Dan mapel lain yang kalian lahap tiap harinya

Q bangga karena kalian belajar dengan cinta
HatiQ berdesis menyambut kegigihan kalian memetik asa
Terkadang Qt alpa dalam suasana gembira
Mengubah hubungan biasa ini menjadi luar biasa
Mapel pengokang cita
Kita lalui bersama-sama
Kebersamaan abadi
Hingga ajal menjemput nanti

Waktu boleh berlalu
Kalian tetap tenang mengikuti alur cerita indahQ
Jarak bisa saja memisah
Setia Qt tak akan terpecah
Guru murid sekedar ikatan
Jalinan kisah hamba Tuhan
Pencari pengetahuan
Selebihnya…
kita setara