OJO DUMEH


Oleh: Ahmad Saefudin

Merasa paling pintar? Lihatlah sekejap di sekelilingmu. Betapa banyak doktor dan profesor yang lebih ahli. Paling alim? Tengoklah sebentar. Tidak kurang Kiai khos yang wara’ dan zuhud. Paling kaya? Berpalinglah sejenak pada mereka yang bergelimang harta, yang gajinya tidak lagi bulanan, melainkan tiap detik per detik.

Paling kuat? Toh pada akhirnya kita juga renta. Paling cantik? Dalam hitungan tahun, keriput susah ditutupi lagi. Paling tampan? Copot tiga gigi depan saja sudah sanggup untuk membalikkan keadaan. Paling suci? Tidak takutkah kita jika dibuka aib yang selama ini tertutup rapi? Paling berkuasa? Apakah kita lupa kisah Fir’aun yang melegenda?

Lalu, apa yang musti kita sombongkan? Tuhan itu adil, kawan! Karunia-Nya Mahaluas. Mustahil salah alamat dalam mengatur rizqi-Nya. Jika kita miskin, belum tentu itu permanen. Siapa yang tahu nasib seseorang esok hari. Sekarang, boleh orang mengatakan kita ini bodoh. Tapi, kuota ilmu-Nya “unlimited.” Hari ini, bisa jadi Tuhan memainkan skenario yang mengharuskan kita hidup dalam keterbatasan. Namun, tidak ada yang mampu menghalangi-Nya, ketika detik ini juga, alur skenario itu berubah. Wong tinggal “kun fa yakun” saja kok.

Tugas kita adalah berusaha memainkan peran sebaik2nya. Bak sandiwara, kehidupan ini sudah ada naskahnya. Adakalanya, alur cerita menggiring kita untuk memainkan karakter protagonis. Di kali lain, antagonisme juga mustahil dielak. So, must go on. Falsafah Jawa bilang, “ojo dumeh. Kudu tansah eling lan waspodo.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s