BUNDA


BUNDA
By: Amalia Maghfiroh

sekian lama aku tersesat
kenapa aku terlambat
menyadari dalam cintamu
menyadari kau urat nadiku
menyadari kau udara yang ku hirup
menyadari perasaan perih tulus
kau telah menentang segala bahaya
bahkan maut sekalipun
kau menyalurkan napas
saat kau mempertaruhkan nyawa
di ujung kematian
saat kau merasakan daging terkoyak
urat yang bagai terputus putus
dan darah yang mendidih mengalir

aku lupa……… aku lalai
akan jeritan dan rintihanmu
akan lengkingan sakitmu
akan derasnya keringat panas dinginmu
akan kelelahan yang mendera tubuhmu
aku lupa…………. segalanya
seberapa pun banyak mutiara
yang akan ku berikan
tak kan mampu menggantikan cinta
dan pengorbananmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s