DOA PENDIDIK



Oleh: Ahmad Saefudin

Sungguh disayangkan, seusia kalian mulai terjangkit virus ketidakjujuran. Pendidikan mahal yang kalian tempuh belum mampu membentuk kepribadian luhur. Sekarang, kalian berani membohongi nurani kalian sendiri. Kelak, entah kebohongan apalagi yang akan kalian perbuat.

Bukankah kalian tahu bohong itu tercela? Kalian pun paham, munafik itu sungguh menjijikan.
Ternyata, sebagai pendidik, Ku gagal menanamkan benih-benih kebaikan. Benih yang sepatutnya tumbuh;menguatkan karakter kemuliaan, tidak hanya cerdas secara pengetahuan, namun juga arif dalam bersikap. Benih yang diidamkan mengakar kuat di tengah tanah-tanah gersang kemunafikan, benih yang semestinya mengepakkan daun-daun hijau penyejuk sanubari kejujuran.

Apa lacur dikata. Harapanku pada benih-benih mulia itu sirna, musnah seiring waktu. Termakan oleh tipu daya kebohongan. Benih itu terseret arus kemunafikan. Benih itu sudah tak bisa tumbuh karena memang tak yakin dengan kekuatan dirinya.

Meskipun sinar mentari senantiasa menerangi, namun tetap saja benih itu kerdil. Enggan menampakkan dahan dan batangnya ke atas tanah penghidupan dunia.

Padahal dunia ini sangat indah. Mengapa benih itu tak juga mau tumbuh?
Kurawat, kusiangi, kujauhkan dari hama, kupupuk, kusiram, tapi tak juga tumbuh. Tetap kerdil dan kian rapuh. Daunnya menguning, akarnya lemah.

Masihkah ada waktu untuk terus merawat benih-benih itu? Agar tumbuh tegak menantang kerasnya langit kehidupan.
Sampai kapan ku harus menunggu? Sampai kini, belumlah nampak perangai kesadaran dalam jiwa kalian! Kesadaran akan keyakinan dan kekuatan diri. Kesadaran pentingnya arti sebuah ketulusan dan kejujuran. Kesadaran bahwa “pendidikan” bukanlah sekedar memenuhi target “angka” yang tertulis dalam laporan hasil akhir sementara.

Entahlah…
Ku hanya merawat, menyiangi, memupuk, mengairi, dan membebaskan benih-benih itu dari hama. Urusan tumbuh dan panen, ku serahkan sepenuhnya pada kekuatan kalian!

Ya Allah! Kuatkanlah Aku dalam upaya menanamkan bibit-bibit kebaikan pada hati mereka.
Berikanlah kesabaran lebih, dan tegakkan keyakinanku bahwa Aku tidak akan lari dari mereka, di saat hakikat pendidikan belum terpancang erat dalam sanubari mereka.

Pendidikan yang mampu menerangi jalan terjal akibat ketidaktahuan. Pendidikan yang bisa mencerahkan mereka dari praktek-praktek kedunguan. Pendidikan yang tidak sekedar memenuhi pengetahuan, namun juga mengamalkan “pengetahuan” itu secara tulus.

Pendidikan yang mengajarkan kedamaian dan menjauhkan diri dari laku permusuhan dalam bentuk apapun.
Pendidikan yang mengeluarkan kita dari perangai-perangai jahat kemunafikan yang menafikan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi dan anugerah keilahian yang sejak lahir telah melekat pada setiap hamba. Pendidikan yang mampu mengalahkan tabiat kebinatangan. Pendidikan yang bukan hanya cukup untuk mengerti perbedaan kebenaran dengan kesalahan atau keburukan dengan kejahatan, tapi lebih dari itu, juga pendidikan yang memberikan kekuatan untuk menegakkan kebaikan dan kebenaran di atas keburukan dan kesalahan.

Ya Allah!
Jangan biarkan mereka terjebak dalam kubangan lumpur kegelapan. Jangan Engkau tutup hidayah-Mu kepada mereka. Sehingga, mereka tumbuh menjadi hamba-hamba yang bermanfaat karena ilmu-Mu. Hamba yang selalu menegakkan kalimat-kalimat-Mu. Penerus perjuangan Nabi-Nabi-Mu. Hamba yang mampu belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan untuk mencapai kebenaran-Mu.

Ya Allah!
Bimbinglah mereka dengan asma’ al husna-Mu.
Doa yang senantiasa kami munajatkan setiap pagi. Doa yang terkadang kami panjatkan dengan tidak khusyu’. Doa yang belum kami ketahui sepenuhnya mengenai arti dan tujuannya. Doa yang kami ucapkan dengan ketidakikhlasan.

Meskipun begitu Ya Allah!
Kabulkanlah doa-doa kami!
Karena dengan memulai menyebut Asma-Mu, kami yakin, kami sadar, dan kami mengerti , ridla Engkau selalu menaungi aktivitas pembelajaran kami.

Amin. Ya Rabbal alamin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s