HILANGNYA TRUST TERHADAP ORGAN KEMAHASISWAAN


Oleh: Saifur Rohim (Mandataris terpilih Komisariat Ratu Kalinyamat PMII INISNU Jepara periode 2020-2011)

Pergerakan atau organisasi mahasiswa merupakan salah satu wadah untuk pengembangan diri di luar kegiatan kampus dan salah satu simbol media action, sehingga gerakan itu tidak sebatas pada tataran wacana saja melainkan implementasi dari sebuah wacana yang di ekseplorasi ke dalam tindakan yang sesuai dengan keinginan masyarakat yang mampu menimbulkan sebuah paradigma masyarakat ke arah lebih baik. Wadah atau organisasi mahasiswa juga sebagai wahana ide-ide kreatif yang bertujuan untuk kepentingan nasional, sosial masyarakat. Jadi, subtansi dari sebuah pergerakan atau organisasi itu berkiblat pada nilai kebenaran atau keadilan (antara yang hak dan yang batil) yang dalam bahasa kerennya sebagai agen perubahan pada masyarakat, tetapi disini perlu diketahui bahwa subtansi tersebut akan luntur ketika pergerakan atau organisasi tersebut sudah ternodai oleh kebebasan normatif dan kebiasaan buruk oknum-oknum aktifis pergerakan serta tidak patuh terhadap track record organisasi. Dan yang lebih ironi lagi apabila perjuangan tersebut sudah diiming-imingi oleh hal-hal yang bersifat materi.

Wadah pergerakan atau organisasi dapat mencetak kader-kader yang sering didengungkan masyarakat sebagai agent of change (agen perubahan dalam mayarakat ) dengan gaya bahasa yang dikemas secara edukatif atau orang yang berpendidikan yaitu aktivis mahasiswa atau aktivis yang berintlektual. Namun, realitas yang ada bahwa hari ini gerakan mahasiswa sudah membumikan image yang kurang baik, yang telah dikotori oleh oknum-oknum aktivis yang instant dalam kesungguhanya untuk berkiprah atau pun dalam keberpihakannya kepada rakyat lebih mementingakan dirinya sendiri, Ironisnya, apabila aktivis sudah berkecimpung dalam dunia politik praktis, atau bisa dibilang “proyek” yang sudah mengakar pada tubuh aktivis saat ini, maka bukan sifat idialisme lagi yang ditonjolkan, namun sifat individualisme alias kepentingan golongan dan tidak tabu ketika oknum aktivis menjual intitusi yang ia geluti bahkan menukar harga dirinya kepada pengusaha, sehingga ini dapat mengakibatkan krisis kepercayaan pada masyarakat,

Dari berbagai uraian diatas, perlu kita ketahui bahwa kesan negatif yang telah mengakar di masyarakat saat ini, bisa kita rehabilitasi atau kita perbaiki melalui sumberdaya manusianya (human resources) itu sendiri yaitu subyek penggerak atau promotor dan bidang manajemenya. Pemulihan atau pembenahan image yang sudah berkarat itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh waktu dan tenaga ekstra tinggi. Dengan kata lain, kalau ingin mewarnai dinamika perubahan dan pembangkit masa kejayaan pergerakan mahasiswa era 60-an yaitu salah satunya ialah totalitas serta komitmen dan satu persepsi tanpa adanya suatu rekayasa yang bersifat hedonis ataupun memiliki penyakit kronis masuyarakat atau keberpihakan kepada penguasa, dan pergerakan atau organisasi mahasiswa hari ini telah terkontaminasi atau tercemar oleh kepentingan-kepentingan individualisme atau golongan, ini dapat mengakibatkan tujuan dan harapan masyarakat terhadap mahasiswa sebagai agen perubahan ini akan bias tanpa bermakna. Mengapa gerakan mahasiswa hari ini menjadi bias dan tak punya power untuk mengaspirasikan apa yang kita harapkan ? karena, gerakan mahasiswa lebih mementingkan ego dari pada kebersamaan artinya hari ini masih terkotak-kotak atau terbelah-belah tidak adanya rasa kebersamaan atau merapatkan barisan. Analoginya atau persamaanya adalah apabila power of change dapat membumikan pada birokrasi keputusan pemerintah yang tidak memihak pada rakyatnya, untuk itulah persoalan –persoalan-persoalan yang terjadi pada mahasiswa harus kita selesaikan supaya kita bisa meraih kejayaan pada gerakan mahasiswa di era 60, an , 80-an dan 98, dapat kita raih kembali dan citra mahasiswa di masyarakat akan pulih kembali,.

Tangan terkepal dan maju ke muka! Hidup mahasiswa,

 

2 pemikiran pada “HILANGNYA TRUST TERHADAP ORGAN KEMAHASISWAAN

  1. siap komandan..
    revolusi terjadi karena keseriusan dari para aktor’
    mahasiswa akan menjadi garda terdepan untuk sebuah revolusi…satukan barisan satukan tekad, satukan mimpi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s