: In memoriam Muhammad Zaenal Abidin


Oleh: Bayu Sabawana (Muhammad Hasan)

()

I

Masjid Muria Kudusudara senja yang membawakan kabar kepergianmu,

menghentikan sejenak degup jantungku yang selalu

berdetak.

air mata tak kuasa kutahan. membanjiri pipi, seperti

magma

yang keluar dari letusan gunung berapi.

senja itu, burung hantu yang bertenger di dahan

pepohonan,

tak henti-hentinya mengalunkan orkestra yang terdengar

sendu. dan aku tak tahu tentang pertanda yang

menungguku di detik waktu kemudian: tentang kabar

kepergianmu meninggalkan kesementaraan dunia yang

pernah kita jadikan tema pembicaraan di awal

pertemuan kita.

aku tertegun diam. mencoba tak berkata. mencoba

menahan

air mata yang tak kuasa kuhentikan ketika berita

kepergianmu mendadak aku terima. bumi seakan

bergoncang.

langkahku menjadi gontai seperti menahan banjir

tsunami.

pikiranku seakan tak mau menerima kenyataan

bahwa kau memang benar-benar pergi.

kau pergi dalam kesementaraan hidup ini dengan ribuan

air mata kami

yang menggenang. kau pergi dengan senyuman saat

semua keluarga, handai taulan, dan sahabat-sahabatmu

ingin tetap mendekapmu. ingin tetap berbagi ceria dari

cerita yang kau alami di sepanjang hidupmu.

kini semua menjadi suram. menjadi hitam.

menggaburkan tawa

dengan kesedihan yang aku sendiri tak tahu kapan akan

berakhirnya.

Abidin! semoga kau tetap tersenyum di alam sana

menyaksikan kami semua!

II

malam yang memburuku dengan hujan badai tak

menggoyahkan

keinginanku untuk bertemu dengan tubuhmu

yang sudah terbaring tertutup selimut.

aku melihat kedamaian dari tubuhmu yang terbaring itu.

tak ada kegelisahan. tak kutemukan kegetiran. hanya

ketenangan.

: seperti tidur pulas yang menjauhkanmu dari segala

beban.

aku menjadi rapuh, mencoba bersandar pada dinding

ketabahan, mengenang semua kisah yang pernah kita

susun bersama. dan ada tawa disana, ada senyuman

disana, dan ada pertengkaran yang kadang sangat lucu

dalam kenanganku itu.

kau tetap menasehatiku dalam keterdiamanmu saat

kutatap jasadmu.

kau mengisaratkan kepada kami tentang hidup ini.

tentang sebuah kehidupan yang tiada berarti tanpa beribadah.

dan kau mencoba menyadarkan kami untuk beranjak

dan terjaga dari lelap tuk memnunaikan sholat.

Ya Allah! berilah Muhammad Zaenal Abidin tempat yang nyaman

di sisiMu, karena dia telah menasehati kami dengan

kepergiannya menuju pangkuanMu yang Agung. Amin!


III

aku membaurkan diri dengan ratusan pelayat yang

menggantarkanmu

ke singasana keteduhan. tak ada lagi percakapan

diantara kita,

seperti ucapan dukungan yang pernah kauberikan

sewaktu aku daown dan butuh motivasi.

hanya ada tatapan kosong sebagai isyarat ucapan

selamat tidur ketika keranda hijau yang mengusungmu

itu semakin cepat mengantarkanmu ke pembaringan

terakhir.

aku membendung air mata dengan ketabahan yang aku

bangun

dari istigfar yang terus aku lantunkan. aku mencoba

mengkikis keraguan tentang berita kepergianmu yang

terlalu cepat kudengar dengan menerima kenyataan ini

sebagai takdir Ilahi.

kini, sebuah kesunyian mulai aku rasakan selepas

kepergianmu

Abidin! istirahatlah dengan tenang! Kami selalu

mengenangmu. mengenang tawa dan candamu. walau

tanpa bunga segar yang selalu kami siram di atas

nisanmu, kami akan selalu mengirimkan doa untukmu.

Kaitkata:

Satu Tanggapan ke “: In memoriam Muhammad Zaenal Abidin”

  1. sahabatmu,,,,,, Berkata:

    sahabatku abid,,,,,,,,
    dua tahun sudah kau meninggalkan qita,,,,,,
    sahabatq q sangat merindukan kamu, tapi apa daya semua itu hanya angan-angan yang tidak mungkin akan menemukan kita di dunia ini. aku selalu mengenang kebersamaan yang pernah qita semua alami. canda tawamu tak bisa q lupakan. tapi sekarang aku sudah tidak bisa melihat senyum itu. support dan motivasimu selalu aku ingat. tapi kini aku sudah tidak bisa mendengar semua itu. aku menangis ketika ingat akan semua yang pernah kita jalani bersama-sama.
    sahabatku…..
    maafkan aku ketika lupa mengirimkan lantunan doa untukmu, semoga kau selalu tenang di alam sana. kini hanya bayang-bayangmu yang ada dalam hidupku.
    sahabatku,,,,,,,
    aku kangen sekali curhat bareng sama kamu,,,, kini aku merasa sendiri tanpa sahabat-sahabat yang bisa mengerti aku…..
    sahabatku semoga kau selalu tersenyum di alam sana….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.